Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

29 April 2011

Pasangan yang Baik

1. Kadang, sengaja atau tidak, kita ingin merubah kepribadian pasangan kita. Padahal menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan kita adalah salah satu kunci sukses dalam menjalin hubungan. Karena itu, bersikaplah realistis, terima dia apa adanya, toh kita juga tidak sempurna kan ?

2. Apapun yang anda rasakan, ekspresikan pada pasangan anda. Tidak ada kata introvert dalam suatu hubungan yang baik, bersikaplah jujur, terbukalah pada pasangan anda, seburuk apapun itu.

3. Coba lakukan kegiatan secara bersama-sama. Kalau anda berdua punya hobi yang berbeda, coba cari kesamaan kegiatan – pasti ada ! Bisa sekedar nonton DVD berdua, atau bergandengan tangan sambil jalan-jalan di mall. Kalau anda lebih senang menghabiskan waktu dengan sahabat anda daripada dengan pasangan anda, maka itu tanda bahaya !

4.Jangan terlalu menuntut pasangan untuk menjadi pasangan paling sempurna di dunia. Jangan terlalu perfeksionis. Jangan suka membesarkan masalah kecil yang sebenarnya hanya bukti kecil dari ketidaksempurnaannya.

5. Tunjukkan rasa cinta anda, dalam bentuk coklat, bunga, memasakkan makanan kesukaannya, atau hal-hal lain. Siapapun akan senang menerimanya. Berikan kejutan yang membuat pasangan anda bahagia, dan semakin mencintai anda.

6. Jangan pernah mengejek kulitnya yang hitam, atau tubuhnya yang gemuk di depan orang lain. Hormati dan hargai pasangan anda, terutama di depan orang lain. Jangan jatuhkan harga dirinya, sebaliknya beri dia dukungan dimanapun dia berada.

7. Setiap orang mempunyai masa lalu, tapi jangan selalu mengungkit-ungkitnya. Ini dapat memicu pertengkaran yang hebat, dan dapat berujung fatal.

8. Rasa sayang tidak selalu harus ditunjukkan dengan kecemburuan, apalagi secara berlebihan. Jangan bersikap posesif. Tidak ada orang yang senang dikekang kan ?

9. Jaga komitmen satu sama lain. Jangan berjanji yang tidak bisa anda penuhi. Percaya dan hargai pasangan anda.

10. Jujurlah. Ungkapkan perasaan terdalam anda apapun itu ; marah, sedih, terluka dan juga bahagia. Katakan dengan tenang, tidak perlu berteriak. Jujur adalah landasan utama dari sebuah hubungan.


Pasangan yang Baik

1. Kadang, sengaja atau tidak, kita ingin merubah kepribadian pasangan kita. Padahal menerima segala kelebihan dan kekurangan pasangan kita adalah salah satu kunci sukses dalam menjalin hubungan. Karena itu, bersikaplah realistis, terima dia apa adanya, toh kita juga tidak sempurna kan ?

2. Apapun yang anda rasakan, ekspresikan pada pasangan anda. Tidak ada kata introvert dalam suatu hubungan yang baik, bersikaplah jujur, terbukalah pada pasangan anda, seburuk apapun itu.

3. Coba lakukan kegiatan secara bersama-sama. Kalau anda berdua punya hobi yang berbeda, coba cari kesamaan kegiatan – pasti ada ! Bisa sekedar nonton DVD berdua, atau bergandengan tangan sambil jalan-jalan di mall. Kalau anda lebih senang menghabiskan waktu dengan sahabat anda daripada dengan pasangan anda, maka itu tanda bahaya !

4.Jangan terlalu menuntut pasangan untuk menjadi pasangan paling sempurna di dunia. Jangan terlalu perfeksionis. Jangan suka membesarkan masalah kecil yang sebenarnya hanya bukti kecil dari ketidaksempurnaannya.

5. Tunjukkan rasa cinta anda, dalam bentuk coklat, bunga, memasakkan makanan kesukaannya, atau hal-hal lain. Siapapun akan senang menerimanya. Berikan kejutan yang membuat pasangan anda bahagia, dan semakin mencintai anda.

6. Jangan pernah mengejek kulitnya yang hitam, atau tubuhnya yang gemuk di depan orang lain. Hormati dan hargai pasangan anda, terutama di depan orang lain. Jangan jatuhkan harga dirinya, sebaliknya beri dia dukungan dimanapun dia berada.

7. Setiap orang mempunyai masa lalu, tapi jangan selalu mengungkit-ungkitnya. Ini dapat memicu pertengkaran yang hebat, dan dapat berujung fatal.

8. Rasa sayang tidak selalu harus ditunjukkan dengan kecemburuan, apalagi secara berlebihan. Jangan bersikap posesif. Tidak ada orang yang senang dikekang kan ?

9. Jaga komitmen satu sama lain. Jangan berjanji yang tidak bisa anda penuhi. Percaya dan hargai pasangan anda.

10. Jujurlah. Ungkapkan perasaan terdalam anda apapun itu ; marah, sedih, terluka dan juga bahagia. Katakan dengan tenang, tidak perlu berteriak. Jujur adalah landasan utama dari sebuah hubungan.


26 Maret 2011

Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya dan Orang Miskin

Seringkali kita mendengar gerutuan orang-2 yang mengatakan bahwa dunia ini tidak adil, karena yang kaya semakin kaya, dan yang miskin tetap miskin. Orang yang miskin seringkali berkata, seandainya mereka diberi kesempatan, mereka juga bisa kaya.

Atau kalau mereka punya modal yang banyak atau pandai, mereka bisa mempunyai perusahaan juga. Benarkah modal bisa membuat orang kaya ? Banyak orang yang menang undian berhadiah, tapi dalam sekejab pula hartanya tersebut habis karena tidak dikelola dengan baik. Kaya dan miskin dalam konteks disini bukan dalam arti fisik, namun dari cara anda memandang uang.

Apabila anda mempunyai rumah bak istana dengan lima mobil, namun anda selalu merasa kekurangan uang, berarti anda adalah orang miskin. Sebaliknya, seorang tukang becak yang sudah cukup puas dengan makan tiga kali sehari, bisa dianggap orang kaya. Robert Kiyosaki pernah mengatakan bahwa yang membedakan seseorang kaya dan miskin bukan uang, kepandaian atau modal, tetapi CARA BERPIKIR.

Nah, cara berpikir seperti apa yang membuat orang kaya ?

Yang pertama adalah masalah tabungan (saving).

Orang miskin berpikir menabung di tempat yang aman, orang kaya berpikir investasi di tempat yang nyaman. Tempat menabung yang aman menurut orang miskin adalah tempat yang paling sering didengar keberadaannya, paling banyak cabangnya, paling besar gedungnya, bunganya stabil, dan bisa memberikan jaminan keamanan apabila terjadi sesuatu.

Sedang tempat menabung yang nyaman menurut orang kaya adalah tempat yang tidak banyak diketahui orang, beresiko tinggi, pendapatannya naik turun setiap saat, dan perlu keahlian khusus untuk mengelolanya. Prinsip orang miskin disini adalah “Safe Risk, Stable Return”, sedang orang kaya adalah “High Risk, High Return”.

Yang kedua adalah masalah penghematan vs pendapatan.

Orang miskin sangat mematuhi aturan “Jangan sampai besar pasak daripada tiang”. Artinya, seandainya pendapatan kita Rp 1 juta, sedangkan pengeluaran kita 1,5 juta, maka sebisa mungkin pengeluaran ditekan hingga Rp 800 ribu, masih sisa Rp 200 ribu untuk ditabung.

Disisi lain, orang kaya jika mempunyai pendapatan 1 juta dan pengeluarannya 1,5 juta, maka mereka akan bekerja lebih keras sehingga pendapatannya mencapai 2 juta. Sehingga pengeluaran 1,5 juta tertutup dan masih tersisa Rp 500 ribu untuk ditabung.

Bisa kita lihat disini, bahwa orang kaya pun mematuhi aturan penghematan tersebut, tapi dari sisi yang berbeda. Orang miskin melihatnya dari seberapa besar pendapatannya, lalu menekan pengeluarannya, sedang orang kaya melihat dari sisi pengeluarannya, lalu meningkatkan pendapatannya.

Yang ketiga adalah masalah bagaimana anda dan uang bekerja bersama.

Orang miskin bekerja keras demi uang, orang kaya menempatkan uang mereka pada instrumen tertentu agar bekerja keras bagi mereka. Disini semakin keras orang miskin bekerja, mereka akan mempunyai banyak uang, tetapi mereka hampir tidak mempunyai lagi waktu luang.

Sebaliknya, semakin keras uang bekerja bagi orang kaya, mereka semakin punya banyak uang serta waktu luang. Itulah sebabnya tidak usah heran melihat orang kaya dengan ribuan karyawan masih sempat main golf, sedangkan orang miskin mengatakan tidak punya waktu mengantar anak tunggalnya jalan-2 ke mall karena sibuk bekerja.

Yang keempat adalah pengelolaan uang tambahan.

Seringkali jika kita menerima uang tambahan diluar gaji bulanan seperti THR, bonus, atau hasil kerja sampingan, pikiran orang miskin akan langsung digunakan untuk membeli sesuatu, karena dianggap duit tambahan tersebut sebagai rejeki dadakan. Orang kaya akan menempatkan uang tambahan tersebut pada investasi tertentu, dan bunganya baru dipakai untuk membeli sesuatu.

Tiga hal yang berperan disini adalah waktu, modal awal dan bunga. Orang miskin dari segi waktu lebih cepat memperoleh barangnya, namun modal awalnya habis dan tidak memperoleh bunga.

Sebaliknya, orang kaya lebih bisa menahan diri untuk membeli barang dalam waktu yang lebih lama, namun modal awalnya masih ada, karena pembelian dilakukan dengan bunga. Bagaimana cara berpikir anda, sudahkah anda berpikir seperti orang kaya ? ^_^


14 Januari 2011

1 dollar 11 sen


Sally baru berumur delapan tahun ketika mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, George. George sedang menderita sakit parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwa George. akan tetapi, mereka tidak mempunyai biaya untuk itu.

Sally mendengar ayahnya berbisik, "Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang."

Sally pergi ketempat tidur dan mengambil celengan dari tempat persembunyiannya. Lalu, ia mengeluarkan semua isi celengan itu ke lantai dan menghitungnya dengan cermat, sampai tiga kali. Nilainya harus benar - benar tepat.

Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar dari rumahnya dan pergi ke toko obat di sudut jalan. Ia menunggu dengan sabar sampai si apoteker memberinya perhatian. Namun apoteker itu terlalu sibuk dengan orang lain untuk di ganggu oleh anak berumur delapan tahun. Sally berusaha menarik perhatiannya dengan menggoyang - goyangkan tangannya, tapi gagal. Akhirnya ia mengambil uang koin dan melemparnya ke kaca etalase. Berhasil!

"Apa yang kamu perlukan?" tanya si apoteker dengan suara marah. "saya sedang berbicara dengan saudara saya."


"Tapi, saya ingin berbicara dengan Anda mengenai adik saya." Sally menjawab dengan nada yang sama.

"Dia sakit... dan saya ingin membeli keajaiban."

"Apa yang kamu katakan?" tanya si apoteker.


"Ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya sekarang. Jadi berapa harga keajaiban itu?"

"Kami tidak menjual keajaiban, Adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu."


"Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya. Katakan saja berapa harganya."

Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya, "Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu?"

"Saya tidak tahu," jawab Sally. Air mata mulai menetes di pipinya.
"Saya hanya tahu dia sakit parah dan Mama mengatakan dia membutuhkan operasi. Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya, tapi saya mempunyai uang."

"Berapa uang yang kamu punya?" tanya pria itu lagi.


"Satu dolar sebelas sen," jawab Sally dengan bangga, " dan itulah seluruh uang yang saya miliki di dunia ini."

"Wah kebetulan sekali," kata pria itu sambil tersenyum. "Satu dolar sebelas sen... harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu."

Pria itu mengambil uang tersebut kemudian memegang tangan Sally sambil berkata, "Bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu dengannya dan orang tuamu.

Pria itu adalah Dr. Carlton Amstrong, seorang ahli bedah terkenal. Operasi dilakukannya tanpa biaya dan dibutuhkan waktu yang tidak lama sebelum George dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat. Kedua orang tuanya sangat bahagia karena mendapatkan keajaiban itu.


"Operasi itu," bisik ibunya, "adalah seperti keajaiban. Saya tidak dapat membayangkan berapa harganya."


Sally tersenyum. Ia tahu secara pasti berapa harga keajaiban tersebut: satu dolar sebelas sen ditambah dengan keyakinan seorang anak kecil.


05 Desember 2010

Hal yang Sebaiknya Anda Lakukan Ketika Berusia 22 Tahun

Tulisan ini aku dapat di beberapa milis, tentang hal yang sebaiknya kita lakukan ketika berusia 22 tahun.

Waktu berlalu dengan cepat. Tak terasa, umurku pun akan segera memasuki tahun ke 22 pada 16 desember tahun ini, dan genap berusia 22 tahun pada 16 desember 2010 nanti. Tampaknya baru kemarin kita berusia 12 tahun, sedang bermain sepeda di sekitar rumah. Saat berusia 22 tahun nanti, mungkin banyak yang memutuskan untuk menikah dan berhenti sekolah, dan dengan uang pinjaman yang ada, banyak yang berpikir akan menjadi milioner saat berusia 30 tahun. Atau sejelek-jeleknya usia 35 tahun. Namun pada realitanya, segala sesuatu tidak berjalan semulus rencana.

Jika saat ini anda berusia 40 tahun, ada beberapa hal yang sebaiknya anda katakan kepada diri anda yang sedang berusia 22 tahun. Dan bagi kita yang akan memasuki umur 22 kelak, persiapkan ini agar dapat kita pertimbangkan dan lakukan.


1. Selesaikan pendidikan anda.
Jangan berhenti. Mungkin anda merasa bosan sekarang, namun jangan sampai anda berada pada situasi dimana anda tidak menyukai pekerjaan anda, namun anda tidak dapat berhenti. Menyelesaikan gelar sarjana akan membukakan anda pintu terhadap lebih banyak kesempatan.

2. Uang tidak membusuk, simpanlah.
Mulailah berinvestasi sejak dini. Berapa banyak barang yang anda miliki untuk menunjukan jumlah uang yang anda habiskan semasa sekolah dan kuliah? Jika anda investasikan separuhnya saja, anda akan memiliki banyak pada masa paruh baya anda. Berinvestasilah sejak dini.


3. Jangan beli rumah pertama yang anda lihat.
Belilah yang termurah dengan lingkungan yang paling baik.

4. Bangunlah sebuah kebiasaan untuk hidup sesuai anggaran.
Hal penting yang harus anda ingat adalah: hidup sesuai anggaran atau budget tidak memenjarakan atau membatasi anda, namun untuk memastikan kebebasan anda suatu saat kelak.

5. Belajarlah untuk ber-negosiasi dalam segala hal.
Belajar negosiasi akan menyelamatkan uang anda dalam jumlah besar. Selalu siap untuk belajar dan keluar dari suatu situasi.

6. Pastikan anda dilindungi asuransi kesehatan setiap saat.

7. Waktu berkualitas di kantor memang penting, namun jumlah waktu anda di rumah-lah yang terpenting.
Bos anda tidak akan perduli dengan keluarga anda. Namun keluarga tetap ada setelah anda lama meninggalkan pekerjaan anda. Jadi sebaiknya utamakan keluarga anda.

8. Jangan dengarkan mereka yang mengatakan bahwa ada jalan singkat menuju kekayaan.
Kekayaan tercipta karena anda berhasil menawarkan sesuatu yang menarik dan bernilai kepada mereka yang memintanya. Pelajaran penting disini adalah: carilah tau permintaan yang belum dipenuhi dan pelajari bagaimana cara memenuhinya.

9. Pastikan pasangan anda memiliki nilai yang sama dengan diri anda.
Hal yang satu ini dapat menjadi penentu kebahagiaan anda. Bicarakanlah dengan pasangan anda, nilai yang penting pada kehidupan anda yang harus diajarkan kepada anak-anak, walaupun anda tidak berencana memilikinya.

10. Belajar membangun jaringan.
Belajarlah untuk terus berhubungan dengan teman lama. Belajarlah untuk meminta pertolongan tanpa terlihat sedang melakukannya. Lihatlah bagaimana orang lain membangun jaringan. Ingatlah, yang penting adalah bukan apa yang anda tau, tetapi apa yang dapat anda lakukan dengan apa yang anda tau. Dan yang lebih penting lagi, bukan siapa yang anda kenal, melainkan siapa yang kenal anda. Belajarlah untuk membangun jaringan tanpa mengharapkan imbalan.

11. Never accept a job just because the pay is higher.
Jangan menerima sebuah pekerjaan hanya karena ia memiliki bayaran yang lebih tinggi. Hidup bukan hanya tentang uang.

12. Percaya, namun pastikan.
Anda dapat percaya dengan apa yang diajarkan, anda dengar, dan baca sewaktu kecil. Namun sekarang, anda terus harus melakukan pengecekan terhadap referensi, menanyakan pertanyaan, dan mencari jawaban. Janganlah menjadi seorang sinis, namun pastikan segala sesuatunya. Pelajaran penting: pastikan anda tau anda sedang berurusan dengan siapa dan apa motivasinya.

Pelajari apa yang memotivasi diri anda. Pelajari apa yang memotivasi pasangan anda dan anak anda. Pelajari apa yang memotivasi teman dan teman kerja anda, bos anda, bos dari bos anda. Jangan pernah berhenti belajar, dan bertumbuh. Pada saat anda mencapai 42 tahun, anda akan menjadi seorang milioner!


01 Desember 2010

BELAJAR DARI KESALAHAN

Dari dulu hingga detik ini, saya yakin Agan pasti pernah denger anjuran-anjuran yang bunyinya kira-kira seperti ini, “Belajarlah dari kesalahan supaya ke depannya tidak terulang lagi.”

Kalau menurut saya, anjuran ini sudah kuno! Tapi, bukan berarti anjuran ini sudah tidak pantas untuk didengar lagi. Loh koq? Karena anjuran ini masih tetap valid alias masih perlu untuk didengar dan dilaksanakan. Trus, kenapa dibilang kuno? Karena sesungguhnya anjuran ini bisa dibuat lebih relevan ke kehidupan jaman sekarang.


1. Sebaiknya, kita tidak hanya belajar dari kesalahan kita sendiri. Tapi kita juga harus belajar dari kesalahan orang lain. Kalau sudah tahu di depan kita ada lubang dan sudah ada orang di depan kita yang ketika berjalan jatuh di lubang tersebut, kenapa kita harus jalan dan terjatuh ke lubang yang sama? Dengan belajarin kesalahan orang lain, kita akan bisa sampai ke tempat tujuan lebih cepat (karena tidak harus terjatuh dulu)

2. Jangan hanya belajar dari kesalahan. Belajarlah juga jadi keberhasilan. Saya tipe orang yang ngga gampang puas. Motto profesionalisme saya “Keep challenging yourself, never be satisfied, and always perform beyond expectation”. Nah, apapun yang telah saya lakukan, selalu saya analisa. Banyak orang hanya belajar dari kesalahan, dan ketika dia sukses melakukan sesuatu, dia tidak pelajari karena dia sudah puas dengan apa yang dia raih. Kalau saya, susah untuk puas. Jadi seberapapun keberhasilan yang saya raih, selalu saya analisa. Tujuannya apa? Supaya lain kali, saya bisa melakukannya lebih baik lagi!

3. Nah, kalau sudah tahu bahwa sebaiknya kita tidak hanya belajar dari pengalaman diri sendiri, dan juga jangan hanya belajar dari kesalahan… kalau digabungkan, sebaiknya kita juga belajar selain dari kesalahan orang lain, juga dari keberhasilannya! Kalau kita hanya belajar dari kesalahan orang lain, kita hanya bisa memperbaikinya. Kalau kita bisa belajar dari keberhasilan orang lain, berarti kita memiliki chance untuk bisa lebih berhasil dari yang dicapai orang itu! Alangkah lebih baik kan?

Jadi singkat katanya, ayo mulai sekarang Agan: “Belajarlah dari kesalahan dan keberhasilan diri sendiri dan orang lain!”

See you ON TOP!