Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

26 Maret 2011

Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya dan Orang Miskin

Seringkali kita mendengar gerutuan orang-2 yang mengatakan bahwa dunia ini tidak adil, karena yang kaya semakin kaya, dan yang miskin tetap miskin. Orang yang miskin seringkali berkata, seandainya mereka diberi kesempatan, mereka juga bisa kaya.

Atau kalau mereka punya modal yang banyak atau pandai, mereka bisa mempunyai perusahaan juga. Benarkah modal bisa membuat orang kaya ? Banyak orang yang menang undian berhadiah, tapi dalam sekejab pula hartanya tersebut habis karena tidak dikelola dengan baik. Kaya dan miskin dalam konteks disini bukan dalam arti fisik, namun dari cara anda memandang uang.

Apabila anda mempunyai rumah bak istana dengan lima mobil, namun anda selalu merasa kekurangan uang, berarti anda adalah orang miskin. Sebaliknya, seorang tukang becak yang sudah cukup puas dengan makan tiga kali sehari, bisa dianggap orang kaya. Robert Kiyosaki pernah mengatakan bahwa yang membedakan seseorang kaya dan miskin bukan uang, kepandaian atau modal, tetapi CARA BERPIKIR.

Nah, cara berpikir seperti apa yang membuat orang kaya ?

Yang pertama adalah masalah tabungan (saving).

Orang miskin berpikir menabung di tempat yang aman, orang kaya berpikir investasi di tempat yang nyaman. Tempat menabung yang aman menurut orang miskin adalah tempat yang paling sering didengar keberadaannya, paling banyak cabangnya, paling besar gedungnya, bunganya stabil, dan bisa memberikan jaminan keamanan apabila terjadi sesuatu.

Sedang tempat menabung yang nyaman menurut orang kaya adalah tempat yang tidak banyak diketahui orang, beresiko tinggi, pendapatannya naik turun setiap saat, dan perlu keahlian khusus untuk mengelolanya. Prinsip orang miskin disini adalah “Safe Risk, Stable Return”, sedang orang kaya adalah “High Risk, High Return”.

Yang kedua adalah masalah penghematan vs pendapatan.

Orang miskin sangat mematuhi aturan “Jangan sampai besar pasak daripada tiang”. Artinya, seandainya pendapatan kita Rp 1 juta, sedangkan pengeluaran kita 1,5 juta, maka sebisa mungkin pengeluaran ditekan hingga Rp 800 ribu, masih sisa Rp 200 ribu untuk ditabung.

Disisi lain, orang kaya jika mempunyai pendapatan 1 juta dan pengeluarannya 1,5 juta, maka mereka akan bekerja lebih keras sehingga pendapatannya mencapai 2 juta. Sehingga pengeluaran 1,5 juta tertutup dan masih tersisa Rp 500 ribu untuk ditabung.

Bisa kita lihat disini, bahwa orang kaya pun mematuhi aturan penghematan tersebut, tapi dari sisi yang berbeda. Orang miskin melihatnya dari seberapa besar pendapatannya, lalu menekan pengeluarannya, sedang orang kaya melihat dari sisi pengeluarannya, lalu meningkatkan pendapatannya.

Yang ketiga adalah masalah bagaimana anda dan uang bekerja bersama.

Orang miskin bekerja keras demi uang, orang kaya menempatkan uang mereka pada instrumen tertentu agar bekerja keras bagi mereka. Disini semakin keras orang miskin bekerja, mereka akan mempunyai banyak uang, tetapi mereka hampir tidak mempunyai lagi waktu luang.

Sebaliknya, semakin keras uang bekerja bagi orang kaya, mereka semakin punya banyak uang serta waktu luang. Itulah sebabnya tidak usah heran melihat orang kaya dengan ribuan karyawan masih sempat main golf, sedangkan orang miskin mengatakan tidak punya waktu mengantar anak tunggalnya jalan-2 ke mall karena sibuk bekerja.

Yang keempat adalah pengelolaan uang tambahan.

Seringkali jika kita menerima uang tambahan diluar gaji bulanan seperti THR, bonus, atau hasil kerja sampingan, pikiran orang miskin akan langsung digunakan untuk membeli sesuatu, karena dianggap duit tambahan tersebut sebagai rejeki dadakan. Orang kaya akan menempatkan uang tambahan tersebut pada investasi tertentu, dan bunganya baru dipakai untuk membeli sesuatu.

Tiga hal yang berperan disini adalah waktu, modal awal dan bunga. Orang miskin dari segi waktu lebih cepat memperoleh barangnya, namun modal awalnya habis dan tidak memperoleh bunga.

Sebaliknya, orang kaya lebih bisa menahan diri untuk membeli barang dalam waktu yang lebih lama, namun modal awalnya masih ada, karena pembelian dilakukan dengan bunga. Bagaimana cara berpikir anda, sudahkah anda berpikir seperti orang kaya ? ^_^


27 Januari 2011

27 Januari 2011

Disini saya akan menceritakan bahwa bagaimana indahnya cinta dan keajaiban akan cinta, dengan cinta kita bisa semangat buat menjalani hidup dan bahkan tenaga kita bisa jauh berlipat-lipat karena cinta dan tetapi terkadang cinta dapat membuat boomerang buat kita sendiri apabila kita tidak dapat mengontrol perasaan cinta tersebut bahkan kita bisa ‘down’, jadi jarang tersenyum serta ketawa, murung, sedih dan bahkan bunuh diri karena cinta. Sangat disayangkan cinta yang seharusnya harus kita syukuri malah membuat diri kita menderita itu amatlah satu kata yang terlontar “bodoh”. Cinta itu datangnya dari hati yang paling dalam, tulus, ikhlas, jujur dan tidak ada pamrih apa-apa dan yang pasti dari Allah SWT. Kita boleh cinta dengan seseorang setinggi apapun itu tapi jangan sampai cinta kita melebihi cinta kita dari Allah SWT.


Seandainya cintamu terpaksa harus bertepuk sebelah tangan dan dia kini harus bersanding dengan orang lain ataupun meninggalkan menghilang dan tak tahu entah dimana, ya sudah relakanlah dia dekatkanlah dirimu kepada sang pencinta dan banyak melakukan pahala yang bisa membawamu akan pahala dengan kenikmatan surga dan dijauhkan dari patah hati yang menyakitkan serta kamu bisa bahagia dan tak usah engkau terus terpuruk dalam kesedihan karena sesungguhnya cinta sejati itu adalah dimana kita ikhlas melihat orang yang kita cintai bahagia meskipun dia harus bersanding dengan orang lain ketimbang kita bisa memilikinya. Coba kuasailah “Ilmu Ikhlas’ karena apabila kita bsia menguasai ilmu tersebut insya allah kita akan bahagia dunia-akhirat dan dijauhkan kita dari pahitnya adzb neraka yang pedih. Ikhlas akan takdir-Nya, ikhlas akan cobaannya, Ikhlas akan karuniannya dan semuanya. Yang aku pikirkan sekarang adalah bagaimana supaya aku bisa memberikan yang terbaik dan berbuat terbaik buat membahagiakan orang yang kita cintai ketimbang mementingkan ego kita buat memilikinya.

Cinta itu bukanlah suatu paksaan tapi cinta memang patut untuk diperjuangkan dan butuh pengorbanan. Jangan pernah takut buat mengejar cinta kalian yang kini telah terbang jauh meninggalkan kalian. Kalau kamu patah hati sekarang jangan sedih, Tuhan sedang memikirkan yang terbaik buat kita. Okelah, kalau kita ingin menenangkan diri silahkan tapi bukan alasan bahwa patah hati membuat semuanya buram dan membuat kita membenci akan makna kata “cinta”. Kedua orang tuaku mengajarkan bagaimana menyikapi akan makna arti cinta patah hati, kita boleh patah hati tapi tetap semangat buat menjalani hidup dan dunia ini belum berakhir karena dunia ini akan berakhir setalah tib datangnya hari KIAMAT. Masih banyak yang harus kita pikirkan selain cinta kita buat sesosok pacar ataulah apa itu. Masih banyak orang juga yang masih butuh cinta kita seperti keluarga kita, orang tua kita, dan temen-temen kita juga masih membutuhkan cinta kita. Orang tuaku pernah bertutur dan sampai saat inipun prinsip itu slalu ada di dalam hatiku ; “Bahwa janganlah pernah sekali-sekali kata-kata kita membuat hati wanita menangis, karena tiap tetes air matanya yang jatuh ke bumi akan dihitung oleh malaikat dan akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti. Melukai seorang wanita sama juga melukai hati ibuku karena ibuku juga seorang wanita dan lebih baik aku bisu daripada kata-kataku menyakiti hati wanita. Tak apalah hatiku dibuat hancur oleh wanita, yang penting mereka bisa bangga dan bahagia dengan semua yang aku lakukan semua itu.

Kita hidup didunia paling lama hanya 70 tahun dan apabila kita 10 tahun hanya digunakan menyesali cinta kita maka sia-sialah hidup kita, pergunakanlah sisa-sisa hidup kita ini berbuat yang terbaik dan memberikan yang terbaik dan bisa membuat bahagia orang yang kita cintai dan bukan menyesali dan menyempatkan memikirkan orang-orang yang tlah membuat kita terluka dan membenci orang yang tlah mengkhianati cinta kita. Buatlah semua orang bangga akan kedewasaan hati kita dalam memaafkan kesalahan orang lain dan buat masa lalaumu bangga akan kedewasaan hatimu dan buat masa lalaumu menyesal telah slama ini meninggalkanmu dan menyakitimu dan hidup ini hanya akan sia-sia kalau hanya dilewatkan buat memikirkan dan membenci orang telah mengkhianati cinta kita.

Apa kalau kita sudah membenci dan melaknat serta memaki orang yang tlah mengkhianatai cinta kita apakah itu akan membuat bahagia kita, satu kata “bodoh’ buat kamu-kamu yang menyempatkan memikirkan orang yang telah mengkhianati cinta kita. Masih banyak orang-orang yang perlu kita pikirkan seperti masa depan kita, pacar masa depan kita, keluarga kita dan tentunya orang-orang yang berada disekitar kita yang serba kekurangan fakir miskin, anak terlantar yang tidak punya rumah dan menjerit karena lapar, anak yatim piatu serta tidak punya apa-apa. Seharusnya kita bersyukur karena telah memiliki semua, orang tua yang komlit, rumah yang bsia untuk berteduh, sinta dari orang tua kalian dan ingatlah kata-kata aa Gym jangan pernah hidup ‘boros’ krena sekaya-kaya kalian meski harta kalian tidak bakal habis 7 turunan tapi apabila kita boros dan kikir niscya akita akan segera kekurangan karena Allah tidak menyukai orang yang sombong serta banyak-banyaklah menyantuni fakir miskin dan berdermwanlah apabila dirasa kalian merasa mampu dan mempunyai kelebihan sedikit rejeki dan ingatlah satu hal “Sederhana itu Indah”. Berbuatlah baik kepada semua orang termasuk orang yang telah menyakiti kita, berusahalah untuk bisa memaafkan kesalahan orang lain yang pernah menyakiti kita dengan ikhlas, karena memendam dendam dihati sama juga menyiksa diri sendiri dan hidup kita tidak akan tenang sampai kita mati karena slalu memikirkan terhadap orang yang tlah menyakiti kita.


Belajarlah dari pengalaman serta jangan kalian pernah mengulangi kesalahan yang kedua kali dan seandainya kita berulang – ulang kali disakiti oleh orang mungkin ada yang salah dari diri kita dan mungkin kita perlu instrospeksi diri apakah kita telah lupa dengan Tuhan kita, apakah kita lupa dengan Kewajiban kita sebagai umat beragama dan mungkin dengan cara itulah Allah menegur kita. Kita wajib bersyukur Allah masih perhatian sama kita dengan menegur dengan cara ‘patah hati’ bukan dengan cara “kematian”. Contohlah sifat panutan kita Rasulullah SAW ; Kita mengenalnya, sesosok insan utama, seorang lelaki pilihan yang menjadi utusan dan dialah yang menunjukkan jalan kebenaran, baik hatinya, santun peranannya, jujur katanya tak pernah dusta, dia teladan bagi kita semua, sebagai karunia yang diberikan Allah bagi kita semuanya dan “Muhamad” namanya dan ikuti jalannya dan slalu-lah bershalawat padanya… Dan beliaulah “Muhamad” nanti yang bakal mendoakan kita didepan jembatan penyeberangan diakhirat supaya kita bisa lolos dan bisa melewati jembatan itu dan apabila kita jatuh maka dibawah itu adalah neraka dan dialah nanti yang bakal mendoakan umat-umatnya.


Semua orang pasti mempunyai masa lalu masing-masing baik itu sedih ataupun bahagia, mungkin kita terkadang juga memiliki kisah masa lalu tentang cinta kita terutama kisah cinta kita yang menghilang meninggalkan kita dan tak tahu entah dimana… Tapi kita boleh terus slalu mengingat keberadaannnya sekarang, tapi satu hal adalah jangan sampai karena masa lalu kita yang pahit membuat kita ‘betapa hancurnya’. Buatlah kita slalu menengok masa lalu kita untuk buat penyemangat dalam hidup kita. Mencintai tak harus selalu memiliki bukan, kalau kamu bener-bener cinta sama orang tersebut buatlah dia bahagia karena kamu meski kamu tahu tidak bakalan bisa memilikinya dengan keterbatasan dirimu.


Karena melakukan hal yang terbaik buat orang yang kita cintai jauh lebih bahagia dan dewasa ketimbang memilikinya… Kedewasaan hati seseorang tidak bisa dilihat dari umur seseorang… Tapi kedewasaan hati kita dapat dilihat dari keikhlasan hati seseorang untuk memaafkan kesalahan orang lain termasuk memaafkan kesalahan masa lalu kita yang telah dengan kejam menyakiti kita. Kita sendiri akan slalu terus tersiksa dan terbelenggu untuk tidak tenang apabila kita masih menyimpan dendam dihati, kita akan jauh lebih baik dan tenang serta bahagia seandainya kita bisa ikhlas memaafkan kesalahan orang lain meskipun itu pahit buat kita. Menengok masa lalu itu boleh-boleh saja tapi buatlah kepahitan masa lalumu sebagai penyemangat dalam hidupmu… Semoga tulisan kata hati dari seseorang yang pernah patah hati ini dari ‘solo’ bisa menjadi instrospeksi buat kalian-kalain yang patah hati, karena apa yang kalian sekarang rasakan aku juga merasakan… Bahwa hidup ini terlalau sayang dan sia-sia dilewatkan oleh penyesalan dan mengulang kesalahan yang kedua kali..


14 Januari 2011

1 dollar 11 sen


Sally baru berumur delapan tahun ketika mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, George. George sedang menderita sakit parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwa George. akan tetapi, mereka tidak mempunyai biaya untuk itu.

Sally mendengar ayahnya berbisik, "Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang."

Sally pergi ketempat tidur dan mengambil celengan dari tempat persembunyiannya. Lalu, ia mengeluarkan semua isi celengan itu ke lantai dan menghitungnya dengan cermat, sampai tiga kali. Nilainya harus benar - benar tepat.

Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar dari rumahnya dan pergi ke toko obat di sudut jalan. Ia menunggu dengan sabar sampai si apoteker memberinya perhatian. Namun apoteker itu terlalu sibuk dengan orang lain untuk di ganggu oleh anak berumur delapan tahun. Sally berusaha menarik perhatiannya dengan menggoyang - goyangkan tangannya, tapi gagal. Akhirnya ia mengambil uang koin dan melemparnya ke kaca etalase. Berhasil!

"Apa yang kamu perlukan?" tanya si apoteker dengan suara marah. "saya sedang berbicara dengan saudara saya."


"Tapi, saya ingin berbicara dengan Anda mengenai adik saya." Sally menjawab dengan nada yang sama.

"Dia sakit... dan saya ingin membeli keajaiban."

"Apa yang kamu katakan?" tanya si apoteker.


"Ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya sekarang. Jadi berapa harga keajaiban itu?"

"Kami tidak menjual keajaiban, Adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu."


"Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya. Katakan saja berapa harganya."

Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya, "Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu?"

"Saya tidak tahu," jawab Sally. Air mata mulai menetes di pipinya.
"Saya hanya tahu dia sakit parah dan Mama mengatakan dia membutuhkan operasi. Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya, tapi saya mempunyai uang."

"Berapa uang yang kamu punya?" tanya pria itu lagi.


"Satu dolar sebelas sen," jawab Sally dengan bangga, " dan itulah seluruh uang yang saya miliki di dunia ini."

"Wah kebetulan sekali," kata pria itu sambil tersenyum. "Satu dolar sebelas sen... harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu."

Pria itu mengambil uang tersebut kemudian memegang tangan Sally sambil berkata, "Bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu dengannya dan orang tuamu.

Pria itu adalah Dr. Carlton Amstrong, seorang ahli bedah terkenal. Operasi dilakukannya tanpa biaya dan dibutuhkan waktu yang tidak lama sebelum George dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat. Kedua orang tuanya sangat bahagia karena mendapatkan keajaiban itu.


"Operasi itu," bisik ibunya, "adalah seperti keajaiban. Saya tidak dapat membayangkan berapa harganya."


Sally tersenyum. Ia tahu secara pasti berapa harga keajaiban tersebut: satu dolar sebelas sen ditambah dengan keyakinan seorang anak kecil.


12 Januari 2011

Cerita Tentang Huruf S

Saya Sampaikan Secara Sukacita: “Salam Sukses Selalu, Semoga Sama-Sama Senantiasa Senang. Serta Selamat, Sentausa, Sehat, Semangat, Sejahtera, Sakinah, Siap-Sedia Sokong Siapa Saja (Selain Suap), Saling Setia, Seiya Sekata, Sabar, Suci, Spesial, Simpatik, Sukarela, Sopan-Santun, Suka Sumbang Saudara-Saudari, Sederhana, Sahaja, Susah-Sedih Senantiasa Selalu Sama-Sama (Sedangkan Senang Suka Sendiri-Sendiri), Sekali-Sekali Sempat Suka Senyum-Senyum Sendiri Sana-Sini... Sebagainya… Sebagainya… Seterusnya Sampai Selamanya”.
Sekian Sumpah-Serapah Singkat Saya Sampaikan Sekalian Semua Secara Sempurna, Semesta, Seutuhnya, Sekaligus, Serempak, Serta Sesingkat-Singkatnya (Sepertinya Sih).

Simaklah Sebuah Syair Sahabat Saya (Si Superman, Sang Selebritis Sinting, Suka Sekali Sikut-Sana-Sikut-Sini, Seperti Seorang Siluman Setan Saja Sifatnya): “Suer… Saya Sungguh-Sungguh Sangat Serius Sekali Saat-Saat Sekarang, Seperti Saat-Saat Saya Selagi Statusnya

Sedang-Sedang Saja”. Serta Simaklah Salah-Satu Semboyan Spiritual Super-Spektakuler Saya (Saya Sudah Simpan Sejak Saya Sedang Sibuk-Sana-Sibuk-Sini Serta Stres Sendirian Saja): “Syukurilah Semuanya Serta Sedekahlah, Sebelum Saat Semuanya Sirna Serta Sia-Sia”.

Selesai Sesudah-Sudahnya! Sekian Serta Salam Semuanya.